Intermezzo :: Krisis Identitas
26.3.10
Sudah sekitar dua tahunan saya menulis blog. Tapi postingan saya bisa dihitung jari saja. Itupun rata-rata hanya curhatan-curhatan aneh tidak berguna saya yang semakin menunjukkan kalau saya menye-menye dan childish. Dulu, saya menyalahkan bahwa saya tidak punya laptop, sehingga tidak bisa leluasa menulis. Dan akhirnya saya pun mendapat laptop. Tapi saya masih bisa menyalahkan bahwa saya jarang bisa mengakses internet. Padahal nyatanya, di kampus saya dan di kota yang saya tinggali amat banyak hotspot area. Memang manusia tidak pernah puas, termasuk saya.
Lalu sempat terpikir juga untuk menentukan tema blog ini. Akhir-akhir ini, menjamur blog-blog yang menyatakan diri sebagai fashion blog, diary blog, dan sebagainya. Kalau dilihat dari postingan selama ini, fashion blog amat sangat tidak mungkin bagi saya yang selalu out of fashion, dan kadang-kadang malah terlalu jadi fashion follower. Mau mengajukan diri sebagai blog yang sepenuhnya mengulas bidang kepenulisan juga tidak mungkin, karena saya pun jarang sekali bisa mendapat inspirasi untuk membuat cerpen atau puisi yang (menurut saya) benar-benar bagus untuk dipajang di sebuah situs.
Kalaupun berisi diary atau kisah saya sehari-hari pun, saya tidak terlalu suka. Karena saya sudah terlalu mudah untuk ditebak kisah hidupnya, dan sudah terlalu banyak mengumbarnya. Lagipula, saya pun jarang bisa meng-update kisah harian saya dalam blog. Bisa jadi karena sifat melankolis saya yang mengharuskan saya untuk mempersiapkan segalanya dengan sebaik-baiknya, termasuk postingan blog. Juga karena sifat malas saya.
Untuk mengcopy-paste hal berguna dari situs-situs lain pun rasanya enggan, karena saya ingin blog saya benar-benar berisi tentang saya. (Jadi, mau saya sebenarnya apa sih?)
Bingung juga ternyata. Apalagi jika ditilik dari maksud pembuatan blog yang hanya sekedar iseng saja, ikut-ikutan saja, tapi enggan untuk serius. Belum lagi kalau dilihat dari nama blog yang menunjukkan ketidakniatan saya untuk mengeksiskan blog ini. Alamat blog pun dipersulit agar jarang yang mampu mengakses, tapi di situs apapun saya selalu mempromosikan blog ini.
Intinya, saya sedang mengalami krisis identitas akan blog saya, mungkin krisis identitas diri saya sendiri juga. Masih terlalu sedikit kemampuan untuk membuat suatu hal baru yang orisinil, namun terlalu angkuh untuk menjadi plagiat, atau sedikit terinspirasi oleh orang lain.
Mau tak mau, inilah saya, inilah blog saya.


0 comments
Write your comments here