Berbait Puisi di Atas Awan

16.9.09

perang puisi antara aku dan dia ...

[dia]

Yang Tertunda

Sinarku

Kau begitu bercahaya

Kala aku memandang

Parasmu yang indah menyilaukan mata

Dan terus memancarkan sinar dengan teriknya

Walaupun hatimu sedang redup

Apalagi saat kau senang

Kamu tertawa

Aku melihatmu bahagia dengan canda

Melihatmu pun aku juga bahagia

Awalnya kurasa iri pada benakku

Andai aku yang membuatmu begitu

Ya….

Dengan senandungku

Hanya untukmu

Kurasakan jatuh

Meski semula aku sulit untuk mencintai

Namu kini tertunda

Sekian lama

Inginku sementara


pesan buat dia :

kenapa harus TERTUNDA kalau bisa dilakukan sejak dulu,
kenapa harus MENUNGGU yang tertunda jadi TERLAMBAT dan semakin
TAK TERSAMPAIKAN jika bisa di SELESAIKAN secepatnya


[dia]

BERKACA DALAM DIRI"nya" adalah diriku

Seraya bersandar di kaca dengan kebanggaan

Andai saja mudah diwujudkan

Andai saja ku dapat sigap bertindak

Namun tak ada daya bermanfaat

Cuma sanggup berharap meminta

Ku berkaca ku lihat ada kekuatan

Keinginan tangguh tak tergoyahkan

Obsesi dan ambisi menguasai bayangan itu

Ingat, itu hanya seolah

Gambaran yang kurasa

Akankah keadaan dan keunggulan

Di masa depan yang dia inginkan

Hanya ditentukan dari apa yang mereka miliki

Ku terhenyak

Ku sadari dia itu ialah aku

Bayangan itu ialah aku

Sosok masa depan, ku tak tahu

Dia hargai pengorbanan itu

Tapi baginya mereka tak tahu kepentingan dirinya

Gejolak cita masa depannya

Kembali berkaca

Kutatap cermat tak ada kemampuan

Kemampuan yang para orang butuhkan

Mereka lelah mengandalkannya

Semangatnya ingin menguasai segalanya

Segala yang ia kira adalah dirinya

Di waktu yang akan datang nantinya


PS : puisi ini aku bales pake puisi yang di bawah, Tentang Awan, Aku, dan Kamu


[dia]

Kisah Semu

Mengapa hening suasana ini

Padahal kau ada dan hadir

Mengapa berat ketenangan hati

Padahal begitu gelegarnya sambaran petir

Seorang penerjemah yang bisu

Entahlah ...

Itulah gambaran yang kudapat

Tak ada yang kurasakan

Walaupun kau mengurangi jarakmu

Semua berbeda

Gulita, seakan terselimuti lumpur

Yang hitam pekat mencekam

Keraguan dalam benak setan

Sepertinya cerita ini tak akan pernah kunjung usai

Meski penulisnya terhenyak dari sepi


pesan buat dia :

waktu kan membeku
kalau kau tak jua sadar ada yang tulus menyayangi
dan jangan salahkan hari bila yang di hati kan terganti
karena yang lain akan datang lagi
ketika hati dirundung sepi


[aku]

Kalau aku bisa berlari

aku kan mengejarmu dari dulu

namun sayapku jua patah

aku tak bisa terbang

aku terkekang dalam sangkar

yang bukan emas

aku terjerembab roboh

tak mampu berdiri

aku bodoh tak mampu berpikir

untuk meloloskan diri

hanya meraung dan dianggap bernyanyi

padahal hidupku terbalik dalam sempit

namun berpura kuat, berdiri, dan bernyanyi


PS : kata dia "keren !"

You Might Also Like

1 comments

  1. mang gug da yang berbait dua pha???? :mrgreen:

    ReplyDelete

Write your comments here